Penentuan Harga Pokok Produksi Kopi Asalan Arabika

Untuk menghitung rendemen biji kopi secara akurat, Anda perlu melakukan sortasi fisik pada sampel untuk memisahkan biji layak (prime) dari biji cacat (defect).
​Berikut adalah panduan kalkulasinya:
​1. Rumus Dasar Rendemen
​Rendemen menunjukkan persentase hasil bersih yang Anda dapatkan setelah membuang bagian yang tidak diinginkan.
2. Simulasi Perhitungan Berdasarkan Foto Anda
​Mengingat kopi pada foto memiliki banyak biji hitam, pecah, dan warna tidak merata, berikut adalah estimasi jika Anda melakukan sortir pada 1.000 gram (1 kg) sampel:
​Berat Awal: 1.000 gram
​Berat Biji Cacat (Hitam, Pecah, Berlubang, Kulit): Misal 300 gram
​Berat Biji Bersih (Prime): 700 gram
​Kalkulasi:
3. Tabel Klasifikasi Rendemen & Kualitas
​Anda bisa menggunakan tabel ini untuk menilai apakah pembelian kopi asalan Anda menguntungkan atau tidak:
4. Mengapa Rendemen Itu Penting?
​Rendemen menentukan Harga Pokok Penjualan (HPP) Anda. Jika Anda membeli kopi asalan di harga Rp 65.000/kg dengan rendemen 70%, maka harga asli kopi bersih Anda melonjak menjadi Rp 92.857/kg.
​Tips Tambahan:
​Susut Kadar Air: Jika kopi masih terasa lembap, rendemen akan turun lagi setelah pengeringan ulang atau penyangraian (roasting).
​Nilai Ekonomis Defek: Jangan langsung buang biji cacatnya. Biji asalan bawah (off-grade) biasanya masih bisa dijual ke pabrik kopi saset atau industri ekstrak dengan harga lebih rendah untuk menutupi biaya sortir.

Komentar