Rahasia Sukses Membuat JLF Kohe Kambing: Pastikan Tanaman Jahe Anda Tumbuh Subur!"
Pembuatan pupuk Jadam (Jadam Liquid Fertilizer/JLF) menggunakan kohe (kotoran hewan) kambing sangat cocok untuk tanaman jahe. Metode ini fokus pada penggunaan mikroorganisme lokal dan biaya yang sangat murah.
Berikut adalah panduan lengkap pembuatannya:
Bahan dan Perlengkapan
Untuk wadah ukuran wadah 20 liter, siapkan:
Kohe Kambing: 2–3 kg (pastikan sudah agak kering).
Tanah Humus/Serasah: 1 genggam (diambil dari bawah pohon besar/rumpun bambu sebagai sumber mikroba).
Air: Isi sampai hampir penuh (air hujan atau air sumur lebih baik daripada air PAM).
Wadah: Ember atau drum yang memiliki tutup.
Kantong Jaring: Bisa menggunakan bekas karung bawang atau kain kasa untuk membungkus kohe.
Langkah-Langkah Pembuatan
Pembungkusan: Masukkan kohe kambing ke dalam kantong jaring. Masukkan juga tanah humus ke dalamnya. Ikat dengan kuat.
Perendaman: Masukkan kantong berisi kohe ke dalam wadah berisi air. Biarkan kantong tenggelam atau gantungkan di tengah air.
Penutupan: Tutup wadah rapat-rapat. JLF bekerja secara anaerob (minim oksigen), namun tidak perlu kedap udara sempurna seperti metode EM4.
Fermentasi: Letakkan di tempat teduh. Proses ini biasanya memakan waktu 2 minggu hingga 1 bulan. Semakin lama disimpan, kualitasnya semakin bagus.
Tips: Anda tidak perlu menambahkan molase (tetes tebu) atau gula. Jadam mengandalkan nutrisi asli dari bahan organik tersebut.
Cara Aplikasi pada Tanaman Jahe
Pupuk JLF sangat pekat, jadi wajib diencerkan agar akar jahe tidak "terbakar".
Metode Aplikasi Dosis Campuran (JLF : Air) Frekuensi
Kocor (Tanah) 1 : 20 atau 1 : 30 1–2 kali seminggu
Semprot (Daun) 1 : 50 atau 1 : 100 1 kali seminggu
Tips Khusus untuk Jahe:
Masa Pertumbuhan: Fokuskan aplikasi JLF kohe kambing pada fase awal (1–4 bulan) untuk merangsang pertumbuhan batang dan daun yang kuat karena kandungan Nitrogennya yang baik.
Kombinasi: Untuk hasil maksimal pada rimpang, Anda bisa mencampurkan JLF kohe kambing dengan JMS (Jadam Microbial Solution) saat penyiraman.
Keuntungan Metode Jadam
Murah: Tidak perlu membeli aktivator kimia.
Tanpa Bau Busuk: Jika proses benar, baunya akan seperti tanah basah atau fermentasi alami, bukan bau kotoran segar.
Keberlanjutan: Ampas kohe di dalam jaring yang sudah hancur bisa dijadikan mulsa atau campuran media tanam.
Agar proses pembuatan dan aplikasi Anda berjalan sukses, ada beberapa hal tambahan yang perlu diperhatikan:
1. Ciri JLF yang Sudah Jadi
Warna: Air akan berubah menjadi gelap (kecokelatan tua hingga hitam).
Aroma: Meskipun ini fermentasi, baunya tidak boleh busuk menyengat seperti bangkai. Jika prosesnya benar, baunya akan terasa seperti bau tanah atau fermentasi alami.
Buih: Terkadang muncul sedikit buih di permukaan, itu tanda aktivitas mikroba sedang berlangsung.
2. Tips Tambahan untuk Jahe
Penyiraman: Sebaiknya siramkan JLF yang sudah diencerkan pada sore hari atau pagi hari sekali sebelum matahari terik. Ini membantu mikroba dalam JLF beradaptasi dengan tanah tanpa terkena sinar UV berlebih.
Pengayaan: Anda bisa memasukkan sisa-sisa batang jahe yang sehat ke dalam rendaman untuk membuat JLF yang memiliki nutrisi spesifik sesuai kebutuhan tanaman jahe tersebut.
3. Perawatan Wadah
Setiap kali Anda mengambil cairan JLF untuk digunakan, Anda bisa mengisi kembali wadah dengan air baru sesuai jumlah yang diambil. Dengan cara ini, satu kantong kohe kambing bisa digunakan berkali-kali sampai tekstur kohenya benar-benar hancur/habis nutrisinya.
Komentar